khowarij dan murji’ah

PENDAHULUAN

 

Lahirnya agama Islam yang di wahyukan Allah kepada Rosullah SWA, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu pergerakan yang luar biasa yang oleh umat manusia. Islam merupakan agama yang memberikan petunjuk bagi umat mausia yang ada di bumi dan barang siapa di dunia ini yang berpegang teguh pada dua sumber ajaran islam yaitu; Al-Qur’an dan Hadist maka akan bahagia, selamat dunia dan akhirat.

Khawarij pada mulanya adalah suatu golongan yang pada awalnya muncul sebagai pendukung Ali, namun pada akhirnya keluar dari barisan Ali karena ketidak puasan mereka terhadap Ali yang menerima tahkim dari Mu’awiyah, sehingga Khawarij memberikan perlawanan dan menyatakan perang terhadap Ali dan Mu’awiyah, sehingga dengan keluarnya mereka dari golongan Ali maka mereka di juluki Khawarij (orang-orang yang keluar).

Murji’ah adalah kelompok yang menentang doktrin-doktrin pengkafiran yang dituangkan oleh kaum Khawarij, sekaligus secara langsung menjadi musuh besar Khawarij. Murji’ah cenderung menangguhkan keputusan akan hukuman atas dosa-dosa besar di masa yang akan datang dan cenderung menyerahkannya kepada Allah apakah dosa tersebut akan diampuni atau tidak.

Murji’ah memandang terbalik dengan Khawarij bahwa orang muslim yang berbuat dosa besar tidak lah kafir namun masih memiliki kesempatan atau harapan untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.

Perbedaan mendasar antara kedua golongan Khawarij dan Murji’ah ialah tentang penghukuman kafir atau tidaknya mengenai apa yang telah dilakukan Ali dan Mu’awiyah serta orang orang-orang yang terlibat dalam tahkim dan perang Jamal.

                                                                                                                  

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Pemikiran kalam Khawarij dan Murji’ah

 

  1. A.    Khawarij

1)      Latar Belakang Kemunculan.

       Secara etimologis kata khawarij berasal dari bahasa arab, yaitu kharaja yang berarti keluar, muncul, timbul, atau memberontak. Berdasarkan pengertian etimologi khawarij berarti setiap muslim yang ingin keluar dari kesatuan umat Islam.[1]

            Adapun yang dimaksud khawarij dalam terminologi ilmu kalam adalah sesuatu sekte/kelompok/aliran pengikit ali bin abi tholib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yan menerima arbitrase (tahkim), dalam perang Siffin pada tahun 37 H/648 M, dengan kelompok bughat (pemberontak) Muawiyah bin Abi Sufyan perihal persengkatan khilafah.[2] Kelompok khawarij pada mulanya memandang Ali dan pasukanya berada di pihak yang benar karena Ali merupakan khalifah sah yang telah dibai’at mayoritas umat Islam, sementara Muawiyah berada di pihak yang salah karena memberontak khalifah yang sah. Lagi pula berdasarkan etimasi khawarij pihak Ali hampir memperoleh kemenangan pada peperangan itu, tetapi karena Ali menerima tipu daya licik ajakan damai Muawiyah, kemenangan yang hampir diraih itu menjadi raib.

            Ali sebenarnya sudah mencium kelicikan di balik ajakan damai kelompok muawiyah sehingga ia bermaksud untuk menolak permintaan itu. Namun, karena desakan sebagian pengikutnya, terutama ahli qurra seperti Al-Asyat’s bin Qais, Mas’ud bin Fudaki At-Tamimi, dan Zaid bin Husein At-tha’i, dengan sangat terpaksa Ali memerintahkan Al-Asytar (komandan pasukannya) untuk menghentikan peperangan.[3]

2)      Khawarij dan Doktrin-doktrin pokoknya

Diantara doktrin –doktrin pokok Khawarij adalah sebagai berikut ini.

  1. Khalifah atau iman harus dipilih secara bebas ole seluruh umat Islam,
  2. Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab. Dengan demikian setiap orang muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat.
  3. Khalifah dipilih secra permanen selama yang bersankutan bersikap adil dan menjalankan syariat Islam. ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman,
  4. Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar, dan utsman) adalah sah, tetapi setelah tahun ke tujuh dari masa kekhalifahanya, Utsman r.a. dianggap telah menyeleweng.
  5. Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah terjadi Arbitrase ( tahkim), ia dianggap telah menyeleweng
  6. Muawiyah dan Amr bin Al-Ash serta Abu Musa Al-Asy’ari juga dianngap menyeleweng dan telah menjadi kafir,
  7. Pasukan Perang Jamal yang melawan Ali juga kafir,
  8. Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehinggah harus dibunuh. Yang sangat anarkis (kacau) lagi, mereka menganggap bahwa seorang muslim dapat menjadi kamfir apabila ia tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kafir dengan risiko ia menanggung beban harus dilenypkan pula,
  9. Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Bila tidak mau bergabung ia wajib diperangi karena hidupdalam dar al-harb (negara dar musuh), sedangkan golongan mereka sendiri dianggap berada dalam dar al-Islam (negara Islam),
  10. Seseorang harus menghindari dari pemimpin yang menyeleweng,
  11. Adanya wa’ad dan wa’id (orang yang baik harus masuk surga, sedangkan orang yang jahat harus masuk ke dalam  neraka,
  12. Amar ma’ruf nahi munkar,
  13. Memalingkan ayat-ayat Al-Qur’an yang tampak mutashabihat( samar)
  14. Qur’an adalah makhluk
  15. Manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari Tuhan

3)      Tokoh-tokoh aliran khawarij : Urah bin Hudair, mustarid bin sa’ad, Hausarah al-Asadi, quraib bin Maruah, Nafi’ bin al-azraq, Abdullah bin Basyir

 

4)      Sekte-sekte Khawarij     

            Munculnya banyak cabang dan sekte Khawarij ini diakibatkan banyaknya perbedaan dalam bidang akidah yang mereka anut dan banyaknya nama yang mereka pergunakan sejalan dengan perbedaan akidah mereka yang beraneka ragam itu. Asy-syak’ah menyebutkan adanya delapan firqah besar, dan firqah-firqah ini terbagi lagi menjadi firqah-firqah kecil yang jumlahnya sangat banyak. Perpecahan ini menyebabkan gerakan kaum Khawarij lemah, sehingga mereka tidak mampu menghadapi kekuatan militer Bani Umayyah yang berlangsung bertahun-tahun. Menurut Syahrastani ada 8 sekte terbesar dalam Khawarij, Sekte-sekte Khawarij tersebut antara lain, Al-Muhakkimah, Al-Azariqoh, Al-Nadjat, Al-Baihasiyyah, Al-Sa’alibah, Al-Ibadiah, Al-Sufriyah.

            Menurut Prof. Taib Thahir Abdul Mu’in, bahwa sebenarnya ada dua golongan utama yang terdapat dalam aliran Khawarij,14 yakni:

a)      Sekte Al-Azariqoh

Nama ini diambil dari Nafi Ibnu Al-Azraq, pemimpin utamanya, yang memiliki pengikut sebanyak dua puluh ribu orang. Di kalangan para pengikutnya, Nafi digelari “amir al-mukminin”. Golongan al-azariqoh dipandang sebagai sekte yang besar dan kuat di lingkungan kaum Khawarij.

            Dalam pandangan teologisnya, Al-Azariqoh tidak menggunakan term kafir, tetapi menggunakan term musyrik atau politeis. Yang dipandang musyrik adalah semua orang yang tidak sepaham dengan ajaran mereka. Bahkan, orang Islam yang tidak ikut hijrah kedalam lingkungannya, dihukumkan musyrik.

b)      Sekte Al-Ibadiah

            Golongan ini merupakan golongan yang paling moderat dari seluruh sekte Khawarij. Nama golongan ini diambil dari Abdullah Ibnu Ibad, yang pada tahun 686 M. memisahkan diri dari golongan Al-Azariqoh.

            Adapun faham-fahamnya yang dianggap moderat itu, antara lain :

  1. Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan bukan pula musyrik, tetapi kafir. Orang Islam demikian, boleh mengadakan hubungan perkawinan dan hukum waris. Syahadat mereka diterima, dan membunuh mereka yang tidak sefaham dihukumkan haram.
  2. Muslim yang melakukan dosa besar masih dihukumkan ‘muwahid’, meng-esa-kan Tuhan, tetapi bukan mukmin. Dan yang dikatakan kafir, bukanlah kafir agama, tetapi kafir akan nikmat. Oleh karenanya, orang Islam yang melakukan dosa besar tidak berarti sudah keluar dari Islam.
  3. Harta kekayaan hasil rampasan perang yang boleh diambil hanyalah kuda dan senjata. Sedangkan harta kekayaan lainnya, seperti emas dan perak, harus dikembalikan kepada pemiliknya.
  4. Daerah orang Islam yang tidak sefaham dengan mereka, masih merupakan “dar at-tauhid”, dan tidak boleh diperangi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Al-Murji’ah
    1. 1.      Asal-usul kemunculannya  Murji’ah

            Nama Murji’ah diambil dari kata irja atau arja’a yang bermakna penundaan, penangguhan, dan pengharapan. Kata arja’a mengandung pula arti memberi harapan, yakni member harapan kepada pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan dan rahmat Allah. Selain itu arja’a berarti pula meletakkan dibelekang atau mengemudikan, yaitu orang yang mengemudikan amal dari iman. Oleh karena itu Murji’ah artinya orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa, yakni Ali dan Muawiyah  serta pasukannya masing-masing ke hari kiamat kelak[4].

            Aliran Murjia’ah muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya “kafir mengkafirkan” terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal ini dilakukan oleh Khawarij.

            Dilain fihak, gagasan irja’ diperkirakan muncul pertama kali sebagai gerakan politik yang dibawa oleh cucu Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiah sekitar pada tahun 695M. Dalam teori ini dikisahkan bahwa 20 tahun setelah kematian Muawiyah dunia Islam dikoyak oleh pertikaian sipil karna telah terjadi perpecahan umat. Menanggapi hal ini Al-Hasan kemudian memberikan sikap politik sebagai upaya penanggulangan perpecahan umat Islam tersebut, sehingga kemudian ia mengelak berdampingan dengan kelompok Syi’ah revolusioner yang dibawa oleh Al-Mukhtar, yang terlampau mengagungkan Ali dan para pengikutnya, serta menjauhkan diri dari kaum Khawarij yang menolak kekhalifahan Mu’awiyah dengan alasan bahwa ia adalah keturunan dari pendosa.

            Teori lain mengatakan bahwa ketika terjadi perseteruan antara Ali dan Mu’awiyah, dilakukan lah tahkim atas usulan Amr bin Asy, seorang kaki tangan Mu’awiyah. Pada saat itu kelompok Ali terpecah menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok yang mendukung dan menentang Ali.  Kelompok yang menentang Ali pada akhirnya keluar dan membentuk sebuah kelompok bernama Murji’ah. Golongan yang keluar dari barisan Ali ini menganggap bahwa keputusan tahkim tidak berdasarkan hukum Allah, melainkan bertentangan dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa melakukan tahkim itu dosa besar, dan pelakunya dapat dihukumi kafir. Pendapat ini ditentang oleh sekelompok sahabat yang kemudian disebut dengan Murji’ah, yang mengatakan bahwa pembuat dosa besar tetap mukmin, tidak kafir, sementara dosanya diserahkan kepada Allah, apakah Allah akan mengampuninya atau tidak

  1. Doktrin-doktrin Pokok Murji’ah

Doktrin-doktrin aliran Murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan tau doktrin irja atau arja’a, yang berarti “orang yang menangguhkan”, mengakhirkan dan “memberi pengharapan”. Menangguhkan berarti “menunda soal siksaan seseorang ditangan Tuhan, yakni jika Tuhan mau memaafkan, dia akan langsung masuk surga. Jika sebaliknya, maka akan disiksa sesuai dengan dosanya.

            Istilah “memberi harapan” mengandung arti bahwa, orang yang melakukan maksiat padahal ia seorang mukmin, imannya masih tetap sempurna. Sebab, perbuatan maksiat tidak mendatangkan pengaruh buruk terhadap keimanannya, sebagaimana halnya perbuatan taat atau baik yang dilakukan oleh orang kafir, tidak akan mendatangkan faedah terhadap kekufurannya. Mereka “berharap” bahwa seorang mukmin yang melakukan maksiat, ia masih dikatakan mukmin.

            Berdasarkan itu, maka inti faham atau doktrin-doktrin Murji’ah adalah sebagai berikut:

  1. Iman ialah mengenal Allah dan Rasulnya, barangsiapa yang tidak mengenal bahwa “tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasul-Nya”, ia mukmin sekalipun melakukan dosa.
  2. Amal perbuatan bukan merupakan bagian dari iman, sebab iman adanya dalam hati. Sekalipun melakukan dosa besar, tidaklah akan menghapus iman seseorang, tetapi terserah Allah untuk menentukan hukumnya.

Rohison dan Abdul Rozak dalam bukunya mengatakan bahwa gagasan irja banyak diaplikasikan kedalam bidang politik dan teoligi. Dalam bidang politik kaum Murji’ah banyak dikenal sebagai The Queietists (kelompok bungkam) karena sikap netral mereka pada permasalahan politik dan sikap mereka yang selalu diam dalam persoalan politik.

            Dalam bidang teologi, pemikiran mereka cenderung mengacu kepada permasalahan iman, kufur, dosa besar, dosa ringan, tauhid, tafsir Al-Qur’an, eskatologi, pengampunan atas dosa besar, kemaksuman nabi, ada yang kafir di generasi awal islam, tobat, hakekat Al-Qur’an, nama dan sifat Allah, serta ketentuan tuhan.

            Berkaitan dengan doktrin teologi Murji’ah, W. Montgomery Watt merincinya sebagai berikut :

  1. Penangguhan keputusan terhadap Ali dan Mu’awiyah hingga Allah memutuskan di akherat kelak.
  2. Penangguhan Ali untuk menduduki rangking ke empat dalam peringkat ­Al-Khalifa Ar-Rasyidin.
  3. Pemberian harapan terhadap orang muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.
  4. Doktrin-doktrin Murji’ah menyerupai pengajaran (madzhab) para skeptis dan empiris dari kalangan Helenis.

Sementara itu Harun Nasution menyebutkan, bahwa Murji’ah memiliki empat ajaran pokok, yaitu:

  1. Menunda hukuman atas Ali, Mu’awiyah, Amr bin Ash, dan Abu Musa Al-Asy’ari yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak.
  2. Menyerahkan keputusan kepada Allah atas orang muslim yang berdosa besar.
  3. Meletakkan (pentingnya) iman dari amal.
  4. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.

 

 

 

3. Sekte-sekte Murji’ah                                                                       

            Kaum Murji’ah pecah menjadi beberapa golongan kecil. Namun, pada umumnya Aliran Murji’ah menurut Harun Nasutuion, terbagi kepada dua golongan besar, yakni “golongan moderat” dan “golongan ekstrim”

            Golongan Murji’ah moderat berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir dan tidak kekal dalam neraka, tetapi akan di hukum sesuai dengan besar kecilnya dosa yang dilakukan. Sedangkan Murji’ah ekstrim, yaitu pengikut Jaham Ibnu Sofwan, berpendapat bahwa orang Islam yang percaya kepada Tuhan kemudian menyatakan kekufuran secara lisan, tidaklah menjadi kafir, karena iman dan kufur tempatnya dalam hati. Bahkan, orang yang menyembah berhala, menjalankan agama Yahudi dan Kristen sehingga ia mati, tidaklah menjadi kafir. Orang yang demikian, menurut pandangan Allah, tetap merupakan seorang mukmin yang sempurna imannya.

            Kelompok ekstrim dalam Murji’ah terbagi menjadi empat kelompok besar, yaitu :

  1. Al-Jahmiyah, kelompok Jahm bin Syahwan dan para pengikutnya, berpandangan bahwa orang yang percaya kepada tuhan kemudian menyatakan kekufuran secara lisan, tidaklah menjadi kafir karena iman dan kufur itu bertempat di dalam hati bukan pada bagian lain dalam tubuh manusia.
  2. Shalihiyah, kelompok Abu Hasan Ash-Shalihi, berpendapat bahwa iman adalah mengetahui tuhan, sedangkan kufur tidak tahu tuhan. Sholat bukan merupakan ibadah kepada Allah, yang disebut ibadah adalah iman kepada-Nya dalam arti mengetahui tuhan. Begitu pula zakat, puasa dan haji bukanlah ibadah, melainkan sekedar menggambarkan kepatuhan.
  3. Yumusiah dan Ubaidiyah, melontarkan pernyataan bahwa melakukan maksiat atau perbuatan jahat tidaklah merusak iman seseorang. Mati dalam iman, dosa-dosa dan perbuatan jahat yang dikerjakan tidaklah merugikan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini Muqatil bin Sulaiman berpendapat bahwa perbuatan jahat, banyak atau sedikit tidak merusak iman seseorang sebagai musyrik.
  4. Hasaniyah, jika seseorang mengatakan “saya tahu Tuhan melarang makan babi, tetapi saya tidak tahu apakah babi yang diharamkan itu adalah kambing ini”, maka orang tersebut tetap mukmin, bukan kafir.

4.Tokoh- tokoh Faham Murji’ah: Al-Hasan bin Muhammad bin Al Hanafiah, Ghilan, Jahm bin Shafwan, Abu Hanifah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Khawarij pada mulanya adalah suatu golongan yang pada awalnya muncul sebagai pendukung Ali, namun pada akhirnya keluar dari barisan Ali karena ketidak puasan mereka terhadap Ali yang menerima tahkim dari Mu’awiyah, sehingga Khawarij memberikan perlawanan dan menyatakan perang terhadap Ali dan Mu’awiyah, sehingga dengan keluarnya mereka dari golongan Ali maka mereka di juluki Khawarij (orang-orang yang keluar).

Khawarij adalah satu golongan yang menghukumkan kafir bagi seorang muslim atau mukmin yang berbuat dosa besar, hal ini disebabkan karena mereka memiliki pemikiran dan pengetahuan yang praktis dalam dalam bidang politik, teologi, dan sosial yang dikarenakan mereka adalah keturunan bangsa Arab Badawi.

Murji’ah adalah kelompok yang menentang doktrin-doktrin pengkafiran yang dituangkan oleh kaum Khawarij, sekaligus secara langsung menjadi musuh besar Khawarij. Murji’ah cenderung menangguhkan keputusan akan hukuman atas dosa-dosa besar di masa yang akan datang dan cenderung menyerahkannya kepada Allah apakah dosa tersebut akan diampuni atau tidak.

Murji’ah memandang terbalik dengan Khawarij bahwa orang muslim yang berbuat dosa besar tidak lah kafir namun masih memiliki kesempatan atau harapan untuk mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.

Perbedaan mendasar antara kedua golongan Khawarij dan Murji’ah ialah tentang penghukuman kafir atau tidaknya mengenai apa yang telah dilakukan Ali dan Mu’awiyah serta orang orang-orang yang terlibat dalam tahkim dan perang Jamal.

                                                                                                                  

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

A. Nasir, Salihun. Pengantar Ilmu Kalam. Jakarta : Rajawali Pers. 1991.

Anwar, Rohison dan Abdul Rozak. Ilmu Kalam Untuk IAIN, STAIN, PTAIS. Bandung : Pustaka Setia. 2001.

Hamid, Syamsul Rijal. Buku Pintar Agama Islam: Edisi Senior. Bogor: Penebar Salam. 2002.

Kafabih, Fateh dalam http://www.blog-efateh .blogspot.com. localhost : aliran murji’ah. 2009.

Muchtar Ghozali, Adeng dalam www.http//wordpres.com. Kategori : Refleksi Spiritual/ khawarij dan Murji’ah/ tebar cinta damai. 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMIKIRAN KALAM KHAWARIJ DAN MURJI’AH

Diajukan Untuk Mata Kuliah “Ilmu Kalam”

 

Oleh:

               1.  Nur Khofifah                                              A83210111

                2.  Zuhrotul Aini                                            A83210140 

                3. Tutuk Siti Hannifa                                      A83210141

 

Dosen Pengampuh:

Rochimah, S.Ag, M. Fil. I

 

PROGAM STUDI SASTRA INGGRIS

FAKULTAS ADAB

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2011

 

 


[1]  Abd Alul Al-Qahir bin Thahir bin Muhammad  Al-Bagdadi, Al-Faraq bain Al-Firaq, Al-azhar, Mesir, 1037. hlm. 75.

[2]  Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran Sejarah Analisa perbandingan. UI. Press. cet. I. 1985. hlm. 11.

[3]  Amir An-Najjar, Al-Khawarij : Aqidatan wa fikratan wa falsafatan tej. Afif Muhammad dkk.,Lentera. Cet. I bandung. 1993. hlm. 5.

14           Adeng Muchtar ghozali.lop cit.. Dikutip pada 23 Oktober 2009

 

[4] Cyril Glasse, The concise Encyclopediaof  islam, Staceny International, London, 1989, hlm. 288-9:Departemen Agama RI. Ensiklopedia islam. 1990, hlm. 633-6; Ahmad amin, Fajrul Islam, jilid, islam, Ej. Srill, Leiden.!96. hlm. 412.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Problem of Manner

  1. 1.      Adverb of  manner

Form : S+v+adverb(manner)

Example:

  • From the top of empire state building. Tourist  are able to clearly see now York (incorrect)
  • From the top of the empire state building, tourist are abl to see ne york clearly (correct)
  1. 2.      Sometime and sometimes+v+

Example:

 My family will call me long distance sometime

Sometimes my family calls me long distance.

(Incorrect) It is so cool now, but sometimes it gets very warm here

(Correct)   It is cool now, but sometimes it gets very warm here.

Part B choose the incorrect word or phrase and correct it.

Sometime several nations becoe patners in alarger political state , as example, the four nations joined in the united kingdom of great britain and northern ireland.

  1. 3.      Negative emphasis

Remember that negatives include pharase like not ne, not once, not until, nevr, never again, only rarely, and very seldom. Negatives Answer the question , how they are used at the beginning of a statement to express emphasis. Auxilares must agree with verbs and subjects.

 

  1. 4.      Form: Negative+auxilirary+S+V

Example:

Never have I seen so much snow

Incorrect: only rarely an accident has occured

Correct:    only rarey  has an accident occurred

Part B choose the incorrect word or pharase and correct it.

Only rarely wins the same major league baseball team the World Series two years in a row.

 

 

 

  1. 5.      Adverbial modifier – Once, while, when

Form: once+noun+, +S+V

Example:

Once a salesman, pete has been promoted to district manager.

 

(Incorrect) That once a student at state University, he is now an engineering for an America company.

(Correct) once a student at state university, he is an engineer for an American company.

While and when

Form: while+noun+. S+V

Example

While a salesman, pete traveled a lot

When he was a salesman, pete traveled a lot.

  1. 6.      No longer

Form : S+V+no longer+V(main)

Example: I can no longer see without my glasses

(Incorrect) We can not longer tolerate living with Trry

(Correct)   We can no longer tolerate living with terry

Choose the incorrect word or phrase and correct it.

Ghost town like rhyolite, Nevada, are comunities that are not longer inhabited because changes in economic coditios hav cauded  the people to moe elesewhere.

 

  1. 7.      Duration————– for and since

Form: s +HAVE+ participle+ for+ quantity of time

Example: She has been in the U.S for six months

                She has been in the U.S sine june

(Incorrect) We have known each other before 1974

(Correct)    We have known each other since 1974

(Incorrect)  He has studied English since five years

(Correct)    He has studied English for five years

 

 

Choose the incorrect word or pharase and correct it.

Because national statistic on crime have only been kept for 1930, it is not possible to make judgment about crime during the early years of the nation.

 

  1. 8.      Dates

Form:

Example:

Valentine’s day is on the fourteenth of february

Valentine’s day is on February fourteenth

 

(Incorret) Independent day in The United states is the foyrtvof July

(Correct)   Independent day in the united states is the fourth of july

Or

Independent day in united  state is July fourth.

Choose the incorrect word or phrase and correct it.

On the fourth July in 1884, the united state of liberty was presented formally by the people of france to the people of the united state.

  1. 9.      Pseudocomparatives.

Form: S+ Will+ verb word+ + as soon as when+ S+ V (present)

Example: He will go home as soon as he graduates

 

(Incorrect) She will call you back as soon as she will finish dinner.

(Correct)    She will call you back as soon as she finishes dinner.

 

Choose the incorrect word or phrase and correct it.

Alcoholic beverages vary widely in content, ranging from only 2 0r 3 percent for some light beers to as high to 60 percent for some vodkas and brandies.

 

 

 

 

 

 

 

  1. 10.  Generalization————-as whole and wholly

Form: As a whole+ S+

            S +V +completely wholly+

Example:

As a whole the news is correct.

The news is wholly correct.

(Incorrect)  Wholly, we are in agreement.

(Correct)     As a whole, we are in agreement.

(Incorrect)  The house and all of its content was as a whole consumed by the fire.

(Correct)     The house and all of its content as wholly consumed by the fire.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

learn, try and action

result of my self

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MOney is time____…

MOney is time____

·        In phonology include {Deleting}: in Tasikmalaya use SUNDA language if there is the word euà ‘’Ek”

 

1.   Angkeub  à Angkeb      = Mendung (cloudy)

2.   Angkeut  à Angket      = Dagu (Chin)

3.   Anjeun   à Anjen        = Anda / Kamu (You)  

4.   Anjeunna à Anjenna      = Dia (He)

5.   Anteur   à Anter        = Antar (Accompany)

6.   Areung   à Areng        = Arang (Charcoal)

7.   Ateul    à Antel        = Gatal (Itch)

8.   Ayeuna   àAnyena       = Sekarang (Now)

9.   Baheula à Bahela       = Dahulu (Previous)

10.Bareuh  àBareh        = Bengkak (swollen)

11.Baseuh  àBaseh        = Basah (Wet)

12.Bayeungyang à Beyengyang = Gerah(Sultry)

13.Beuheung à Beheung         =Leher (Neck)

14.Beulah à  Belah       = Belah (Crack)

15.Beuleum à Belem       = Bakar (Burn)

16.Beuli   àBeli           = Beli (Buy)

17.Beulit à Belit        = Lilit (Twist)

18.Beungeut àBenget        = Wajah (Face)

19.Beunghar àBenghar       = Kaya (Rich)

20.Beungkeut àBengket      = Ikat (Bundle)

21.Beurang à Berang       = Siang (Afternoon)

22.Beurat à  Berata      = Berat (Heavy)

23.Beureum à berem       = Merah (Red)

24.Beurit  à Berit       = Tikus (Mouse)

25.Beusi   à Besi        = Besi (Iron)

26.Beuteung à Beteng     = Perut (Stomach)

27.Careuh  à Careh       = Musang (Civet)

28.Ceudeum à Cendem      = Mendung (Cloudy)

29.Ceuk    à Cek         = Kata (Word)

30.Ceuli   à Celi        = Telinga (ear)

31.Ceumpal à Cempal      = Lap

32.Ceurik  à Cerik       = Menangis (Cry)

33.Dayeuh  à Dayeh       = Kota (City)

34.Deudeuh à Dedeh       = Sayang (Darling)

35.Deukeut à Deket       = Dekat (Near)

36.Deuleu kasar) àDele   = Lihat (See)

37.Deungeun à Dengen     = Teman (Friend)

38.Deungeunna à Dengenna = lauk Pauk(Side dish)

39.Endeur à Ender        = Bergetar (Shake)

40.Eueut  à Eet          = Minum (drink)

41.Eujeung à Ejeng       = Dengan (With)

42.Euleum à Elem         = Cukup ( Enough)

43.Eunteung à Enteng     = Cermin ( Miror)

44.Euntreup à Entrep     = Hinggap ( Perch)

45.Eurad à Erad         = Jerat (Snate)

46.Eureun à Eren        = Berhenti (Stop)

47.Eusi à Esi           = Isi (Contents)

48.Galeuh à Galeh       = Beli ( Buy)

49.Geulang à Gelang     = Gelang(Bracelet)

50.Geuleuh à Geleh      = Jijik (Repugnant)

51.Geulis à Gelis       = Jelita (graceful)

52.Geumpeur à Gemper    = Gugup ( Panickly)

53.Geutah à Getah       = Getah (Sap)

54.Hareup à Harep       = Depan (Fron)

55.Haseum à Hasem       = Asam (Sour)

56.Haseup à Hasep       = Asap (Smoke)

57.Heulang à Helang     = Elang (Eagle)

58.Heureut à Heret      = Menyempit (Narrow)

59.Heureuy à Herey      = Gurau ( a joke)

60.            Injeum   à Injem        = Pinjam (Borrow)    

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SUNDA Language

·        In phonology include {Deleting}: in Tasikmalaya use SUNDA language if there is the word euà ‘’Ek”

 

1.   Angkeub  à Angkeb      = Mendung (cloudy)

2.   Angkeut  à Angket      = Dagu (Chin)

3.   Anjeun   à Anjen        = Anda / Kamu (You)  

4.   Anjeunna à Anjenna      = Dia (He)

5.   Anteur   à Anter        = Antar (Accompany)

6.   Areung   à Areng        = Arang (Charcoal)

7.   Ateul    à Antel        = Gatal (Itch)

8.   Ayeuna   àAnyena       = Sekarang (Now)

9.   Baheula à Bahela       = Dahulu (Previous)

10.Bareuh  àBareh        = Bengkak (swollen)

11.Baseuh  àBaseh        = Basah (Wet)

12.Bayeungyang à Beyengyang = Gerah(Sultry)

13.Beuheung à Beheung         =Leher (Neck)

14.Beulah à  Belah       = Belah (Crack)

15.Beuleum à Belem       = Bakar (Burn)

16.Beuli   àBeli           = Beli (Buy)

17.Beulit à Belit        = Lilit (Twist)

18.Beungeut àBenget        = Wajah (Face)

19.Beunghar àBenghar       = Kaya (Rich)

20.Beungkeut àBengket      = Ikat (Bundle)

21.Beurang à Berang       = Siang (Afternoon)

22.Beurat à  Berata      = Berat (Heavy)

23.Beureum à berem       = Merah (Red)

24.Beurit  à Berit       = Tikus (Mouse)

25.Beusi   à Besi        = Besi (Iron)

26.Beuteung à Beteng     = Perut (Stomach)

27.Careuh  à Careh       = Musang (Civet)

28.Ceudeum à Cendem      = Mendung (Cloudy)

29.Ceuk    à Cek         = Kata (Word)

30.Ceuli   à Celi        = Telinga (ear)

31.Ceumpal à Cempal      = Lap

32.Ceurik  à Cerik       = Menangis (Cry)

33.Dayeuh  à Dayeh       = Kota (City)

34.Deudeuh à Dedeh       = Sayang (Darling)

35.Deukeut à Deket       = Dekat (Near)

36.Deuleu kasar) àDele   = Lihat (See)

37.Deungeun à Dengen     = Teman (Friend)

38.Deungeunna à Dengenna = lauk Pauk(Side dish)

39.Endeur à Ender        = Bergetar (Shake)

40.Eueut  à Eet          = Minum (drink)

41.Eujeung à Ejeng       = Dengan (With)

42.Euleum à Elem         = Cukup ( Enough)

43.Eunteung à Enteng     = Cermin ( Miror)

44.Euntreup à Entrep     = Hinggap ( Perch)

45.Eurad à Erad         = Jerat (Snate)

46.Eureun à Eren        = Berhenti (Stop)

47.Eusi à Esi           = Isi (Contents)

48.Galeuh à Galeh       = Beli ( Buy)

49.Geulang à Gelang     = Gelang(Bracelet)

50.Geuleuh à Geleh      = Jijik (Repugnant)

51.Geulis à Gelis       = Jelita (graceful)

52.Geumpeur à Gemper    = Gugup ( Panickly)

53.Geutah à Getah       = Getah (Sap)

54.Hareup à Harep       = Depan (Fron)

55.Haseum à Hasem       = Asam (Sour)

56.Haseup à Hasep       = Asap (Smoke)

57.Heulang à Helang     = Elang (Eagle)

58.Heureut à Heret      = Menyempit (Narrow)

59.Heureuy à Herey      = Gurau ( a joke)

60.            Injeum   à Injem        = Pinjam (Borrow)    

Posted in Uncategorized | Leave a comment

the renaissance

The Renaissance (1500-1650)

152. Changing condition in the modern period

·         The modern English, beginning of which is conveniently placed  at 1500, certain the condition into play that situation present in a only narrow away  the reason English develop somewhat diverse lines from those that had in the characteristic in middle English.

·         New factors were printing press the rapid spread of popular education, communication increase, growth of special knowledge and emergence about language.

·         It probable to reproduce a book in hundred thousand print, every one like other

·         A powerful force thus existed for promoting a standard, uniform language mean the available for spreading that language all through the territory  in was that understood in amount of school.

·         A result of the popular education in the printing press has been able to exerts its manipulate upon language.

·         The great factor important to language in modern is way that different parts of the world have been brought as one commerce, transportation.

·         The growth of focused knowledge has been important not only because new knowledge often but in early modern centuries period Latin became less the vehicle for learned discussion.

·         Self-consciousness about language has two aspect one individual and public. in one individual we may observe of phenomenon has become intensely important in modern and the public level a similar self-consciousness has driven issues of modern meaning

 

153. Effect upon grammar and vocabulary

·         Radical in matters of vocabulary conservative in matters meaning

·         It is evident that printing press, that reading habit and the suggestion of study and also science to favorable the spread idea and simulating to growth the vocabulary.

154. The problem of the vernacular

·         In sixteenth century that modern language face three big trouble are recognition in fields where Latin had for centuries been absolute, the begin a more of the uniform orthography, the improvement  of vocabulary

156. The Struggle for Recognition

·         Beside the classical languages, which seemly had attained perfection the vulgar tongue seemed immature  and imperfect wealth

·         The custom of modern languages now had their champions.

·         Significant as utterances such as these were, their important lies in the fact that they sound a widespread feeling, it means that the real force after use of English have a famous command.

·         Finish of the century and see that English has slowly won recognition as a language serious, detected a note of patriotic feeling in the attitude of many people.

156. The Problem of Orthography

·         In sixteenth century the question of orthography was a matter of real importance and the subject must discussion.

·         The trouble was not merely that English spelling was bad, but there was not generally accepted system that everyone could conform to intonation slowly.

·         Some cases a further discrepancy between sound and symbol arose when letters were inserted in words where they pronunciation.

·         The variability of English spelling was an important part of the instability that people felt change characterize the English language in sixteenth century.

·         Usually as balance with a language like Latin to many it look that English spelling was chaotic.

157. The problem of enrichment

·         Thomas Elyot in 1531 statesman as well as scholar that was publish and describe in the first book on education printed English

·         Thomas Elyot identifies it the head because it had to do with the training of those in prospect would be occupied court.

·         After indicated that a enlarging the vocabulary was one major problems confronting the modern language in the mind of men in sixteenth century

·         The renaissance was a period of increased activity almost every field, it would have been strong if the spirit of inquiry and experiment that lead to determine America reform of the church.

·         It is not always easy, however to draw the line between a word that is needed because no equivalent term exists one that simply express more fully an idea that could be express in some style with existing word.

·         The bigger of number of these use new word were borrowed from Latin, but they were not exclusively drawn from that resource. Some were capture from Greek, French and not a few Italian and Spanish.

158. The Opposition to Inkhorn Terms

·         The general borrowing of words from other language did not meet with universal favor. The strangeness of the new words was an objection to some people.

·         According Sir John choke his attitude is interesting because he was himself a fine classical scholar and might have been expected to show sympathy of classical borrowings.

·         Some considered the use of the learned word mere pedantry and tried to drive them out by ridicule, calling them “inkhorn terms”

·         In forty-five, thirty are not found before the sixteenth century, and the remaining fifteen are such infrequent occurrence as to be considered by him inkhorn terms.

159. The defense borrowing

·         The feelings revealed in these utterances was apparently not the prevailing one, there are many more who in precept or practice approved of judicious important.

·         Including Latin and Greek had enriched themselves in this way, the strangeness of the new words, they argued would soon wear off

160. Compromise

·         The opposition to inkhorn term was it height in the middle of sixteenth century, and the end Elizabeth right t had largely spent it force. by this time borrowing had gone so far that the attack was rather directed at the abuse of the procedure than at the procedure itself

161. Permanent Additions

·         It would be mistake to conclude that all or even a large part of the additions were of this sort indeed surprising thing that to the Elizabeth about the movement that describe is number of word that we owe to this period and that seem now to be indispensable.

·         Many of them are in such common use in present that it is hard for us to realize to the Elizabeth that was strange and difficult as to be a subject of controversy.

162. Adaption

·         Some word entering the language, retained their original form others underwent change. Word like climax, appendix, epitome, exterior and axis.

·         The adaption of others to English was effected by the simple process of cutting of the Latin endings.

163. Reintroduction and New Meanings

·         A word when introduced as a second time often carries a different meaning and in estimating the importance of the Latin and other loanwords of the renaissance.

164. Rejected Words

·         Among the many new words that were introduced into English that at this time there were a goodly number that we have not permanently retained.

·         Some are found used a few times and then forgotten. Others enjoyed a rather longer life without becoming any sense popularity.

·         The most convincing reason for the failure of a new word to take hold is that it was not needed.

·         New words were being freely introduced at the judgment of caprice of the individual they were being tried out sometimes in various forms.

165. Reinforcement through French

·         Especially not always possible to say whether of word borrowed at this time was take over directly from Latin through French

·         English possessed so many word of this kind from French that it could easily have formed others on the same pattern.

166. Word from the Romance Languages

·         The English vocabulary at this times shows word adopted from more than fifty languages

167. The Method of introducing New Work

·         The Latin word that from so important an element in the English vocabulary have generally entered the language through the medium of writing.

168. Enrichment from Native Sources

·         The words that English acquired in this way are not nearly as numerous as those obtained from outside, but when all is said the fact remains that to Spenser and others a great many useful words.

169.  Method of Interpreting the New Words

·         This is not our way using the word, but also uses it in the  sense off diligent performance

·         The difficulty for the reader presented by these new words of many different origins was met in various away.

170. Dictionaries of Hard Words  

·         The development of the dictionaries was a consequence of the extensive additions that have been made to the language and in turn helped to facilitate their adoption into general use.

171. Nature Extent of the Movement

·         They also furnish a remarkable instance of the ease with which the printed word can pass into everyday speech.

172. The Movement illustrated in Shakespeare

·         Shakespeare use of the new words illustrated an important point in connection

·         Shakespeare’s uses must have been very new indeed, because the earliest instance in which we find them at all is only a year or two before.

173. Shakespeare Pronunciation

·         The situation  word be very different with the language of Chaucer and the reason is that in the course of the fifteenth and sixteenth centuries the vowel in middle English

·         The long vowel underwent a wholesale but quite regular shifting about which something must be said.

 

174. The Important of Sound Changes

·         Any treatment of even the vowel, if it would have value must process by examining each other of the vowel sounds individually.

175. from Old to Middle English

·         Old English long vowel was shortened late in the old English period or early in Middle English when followed by a double consonant or by most combination of consonant.

·         short vowels in open syllable were lengthened in Middle English

177. The Great Vowel Shift

·         All the long vowels gradually come to be pronounced with a greater elevation of the tongue and closing of the month

178. Weakening of Unaccented Vowels

·          The weakening especially noticeable in words from French where an accented vowel came to be unaccented in English

179. Grammatical Feature

·          In a few parts of speech that retain some of their original inflections, the reader of Shakespeare or the Authorized Version is conscious of minor difference of form and framing.

 

180.  The Noun

·         One other construction affecting the noun becomes establish during the period, the group of possessive: the Duke of Gloucester’s nice.

181. The Adjective

·         The adjective had previously lost all its endings, so that it no longer articulated distinction of gender, number and case the importance of this element of dialogue in the modern periods is the form.

182. The Pronoun

·         The sixteenth century saw the establishment of the personal pronoun in the form that it has had ever since.

·         In attaining this result there changes were involved: the disuse of thou, thy, thee and the introduction the same as possessive.

·          

183. The Verb

·          We know that the interrogative from without an auxiliary.

·          Most of the larger raise in the use of the progressive is one of the important developments of later times.

·         The feature in English verb in sixteenth century, more noticeable at the close than at the opening is occurrence of this-s as ending also of the third person plural. we must know in this time plural had no ending the language of the literature and the court.

 

184.  Usage and Idiom

·         Although matter of idiom and usage generally claim less attention from students of the language than do sounds and inflections or the additions to the vocabulary

185. General characteristic of the period

·         We must reminder that in malice of all the development that had been made toward a consistent usual, a good many features of the language were still unsettled. There still existed considerable variety of use alternative forms in grammar, experiments with new words, variation in pronunciation and spelling.

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment